Finance / Investment

Contoh Chart Of Accounts Dalam Akuntansi | Thania K.

Contoh Chart Of Accounts Pada Laporan Keuangan Perusahaan — Apa itu Chart of Accounts (atau yang biasa disingkat dengan COA) dalam akuntansi? Chart of Accounts adalah daftar – daftar yang berisi tentang keseluruhan kode atau nomor dan nama – nama account dalam sebuah susunan laporan keuangan. [contoh laporan keuangan]

Contoh account – account yang pasti sudah familiar adalah akun kas, piutang, ekuitas, dan lain – lain sebagainya. Mau tahu contoh penyusunan Chart of Accounts? Yuk ketahui di artikel berikut ini.

Nah, bagaimana sih contoh susunan dari Chart of Accounts? Ini adalah contohnya:

Contoh Chart of Accounts

Susunan Dalam Bahasa Indonesia

1. AKTIVA
1.1. Kas
1.2. Piutang Usaha
1.4. Perlengkapan Kantor
1.5. Asuransi di Bayar di Muka
1.7. Peralatan Kantor

2. UTANG
2.1. Utang Usaha
2.3. Sewa di terima di Muka

3. EKUITAS
3.1. Modal
3.2. Prive

4. PENDAPATAN
4.1. Pendapatan Usaha
4.2. Pendapatan Sewa
4.3. Pendapatan Bunga

5. BEBAN
5.1. Beban Gaji
5.2. Beban Iklan
5.3. Beban Sewa Kantor
5.4. Beban Utilitas
5.9. Beban Rupa – Rupa

Susunan Dalam Bahasa Inggris

1. ASSETS
1.1. Cash
1.2. Account Receivable
1.4. Office Supplies
1.5. Prepaid Insurance
1.7. Office Equipment

2. LIABILITIES
2.1. Account Payable
2.3. Unearned Rent

3. EQUITY
3.1. Equity / Capital
3.2. Withdrawl / Drawing

4. REVENUE
4.1. Operating Revenue
4.2. Rent Income
4.3. Interest Income

5. EXPENSES
5.1. Salaries Expense
5.2. Advertisement Expense
5.3. Rent expense
5.4. Utilities Expense
5.9. Miscelanious Expense

Apa Sih Yang Perlu Diperhatikan Dalam Chart of Accounts (COA) Ini?

Yap, itu tadi adalah contoh Chart Of Accounts di akuntansi baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris. Berikut adalah hal – hal penting yang harus kamu tahu dan harus kamu perhatikan pada susunaan Chart of Accounts

>> POINT PENTING PERTAMA

Point penting pertama yang harus kamu perhatikan adalah susunan nya, susunan dari awal sampe akhir diurutkan dari:

1. Aktiva / Assets
2. Utang / Liabilities
3. Ekuitas / Equity
4. Pendapatan / Revenue
5. Beban / Expenses

>> POINT PENTING KEDUA, PADA AKUN AKTIVA LANCAR / CURRENT ASSETS

Untuk aktiva lancar / current assets, urutan penyusunannya disusun berdasarkan tingkat likuiditas nya, contoh:

1. Kas / Cash
2. Piutang / Account Receivable
3. Dan seterusnya

>> POINT PENTING KETIGA, PADA AKUN AKTIVA TETAP / FIXED ASSETS

Untuk aktiva tetap / fixed assets, urutan penyusunannya disusun berdasarkan umur ekonomis nya, yakni disusun dari yang umur ekonomisnya paling lama, contoh:

1. Bangunan
2. Kendaraan
3. Peralatan
4. Dan seterusnya

>> POINT PENTING KEEMPAT, PADA AKUN UTANG / LIABILITIES

Untuk utang / liabilities, urutan penyusunannya dimulai dari utang jangka pendek (short term liabilities) yang sifatnya paling ‘lancar’.

>> POINT PENTING KELIMA, PADA AKUN BEBAN / EXPENSES KHUSUSNYA BEBAN RUPA – RUPA / MISCELANIOUS EXPENSES

Ada yang harus diperhatikan khusus untuk beban rupa – rupa atau dalam Bahasa Inggris nya yaitu Miscelanious Expenses, dimana ini merupakan jenis pembayaran yang jumlahnya relatif kecil dan sangat – sangat jarang terjadi. Maka dari itu, akun ini harus lah diletakkan di paling akhir. Nah, itulah contoh Chart of Accounts di akuntansi yang perlu kamu tahu dalam laporan keuangan.

Contoh Laporan Keuangan
LAPORAN LABA RUGI / INCOME STATEMENT
Chart Of Accounts Akuntansi
Contoh: Laporan Laba Rugi (www.tk-digital.id)
LAPORAN EKUITAS PEMILIK / STATEMENT OF OWNER’S EQUITY
Chart of Accounts Akuntansi
Contoh: Laporan Ekuitas (www.tk-digital.id)
NERACA / BALANCE SHEET
Chart of Accounts
Contoh: Neraca / Balance Sheet (www.tk-digital.id)

6 thoughts on “Contoh Chart Of Accounts Dalam Akuntansi | Thania K.

  1. I am not sure where you’re getting your information, but great topic. I needs to spend some time learning much more or understanding more. Thanks for magnificent information I was looking for this info for my mission.

  2. Another thing I have really noticed is the fact for many people, poor credit is the results of circumstances over and above their control. For example they may be really saddled with illness and because of this they have substantial bills going to collections. It may be due to a job loss or even the inability to do the job. Sometimes divorce or separation can truly send the finances in the wrong direction. Many thanks sharing your notions on this blog site.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *